Kamis, 19 September 2013

Kakak Kelasku Jadi Cinta Pertamaku

Pagi itu adalah pagi yang sangat-sangat cerah. Suara kicauan burung bersiulan bersama semilir angin yang tertiup menggugurkan daun-daun yang mulai tua hingga jatuh berserakan. Menciptakan suasana yang nyaman dan damai. Tepat pukul 05.30, jam wekerku berbunyi. Aku bangkit dari tempat tidur dan bergegas mandi, berganti pakaian, terus makan dan pergi ke sekolah. Seperti biasa, aku sangat bersemangat pergi ke sekolah. Bukan tertarik pelajarannya, melainkan ada seorang gadis yang bisa membuatku bersemangat datang ke sekolah.
Sesampainya di sekolah, aku masuk ke kelas VIII-C, dan menyapa temanku , Antok.
“Pagi, Tok!” sambil meletakkan tas di meja lalu bergegas keluar
“Yooooo… Pagi juga, Ril!”
Ril. Ya, itulah nama panggilanku. Aku Rillo Pambudi seorang pribadi yang berwajah biasa tak ganteng dan tak jelek, tidak terlalu pintar, agak malas, kadang-kadang ceroboh, dan paling masa bodoh dengan urusan CINTA. Tapi kali ini, entah kenapa aku bisa suka padanya.
Seperti biasa, aku selalu menyempatkan diri pergi ke kelas IX-E. disana kulihat Kak Nita, duduk dikursinya paling pojok sambil membaca komik kesukaannya. Nita??? Ya , Nita adalah nama panggilannya. Nama lengkapnya tuh Anita Dwi Prastiwi. Kakak kelas yang aku cintaii aku kagumi, dan aku dambakan. Dia berbadan mungil *sebenernya sih tingginya sebelas dua belas sama aku*, dia tidak begitu cantik…*ya sebenarnya sih lumayanlah.. hehehe*, namun wajahnya imut dan menggemaskan *pengen nyubit pipinya*, selain itu juga dia juga pinter.

“Hoy, Ril!! Ngeliatin apa kamu?” tegur Kak Rohmah yang tiba-tiba datang di belakangku.
“Ga liat apa-apa kok, kak!” jawabku singkat.
“Ahhh... jangan bohong deh kamu!”
“Eeeeeee… beneran kak. Udah ya, aku balik ke kelas dulu. Daaahhhh…” kataku dan bergegas pergi karena ketakutan.
*krrrrrriiiiiiinnnggg* Bel sekolah berbunyi, aku lalu masuk ke kelas.

Jam istirahat, aku bersama Antok bergegas ke kantin. Tak lama kemudian, kak Nita datang bersama teman-temannya. Mereka semua mengobrol dan tertawa bersama. Aku senang melihat Kak Nita tersenyum dan tertawa. Senyumnya manis dan tertawanya pun lepas, kelihatan seperti tak ada beban dalam hidupnya.
“Hoi, Ril! Ngelamunin apa ??? Kok sambil senyum-senyum sendiri kayak orang gila” lamunanku dibuyarkan oleh Antok. Tak disangka, memang sejak tadi aku melamun sambil senyum-senyum sendiri.
“Took! Ngagetin aja loe” jawabku ketus
“Sooorrri broo.. Abisnya sih.. Loe ngelamun sambil tersenyum enggak jelas gitu. Lagi jatuh cinta ni ye?” katanya dengan nada meledek
“Kaagggaa.. kan gue udah bilang kalau urusan cinta itu urusan nanti aja.. sekarang gue mau focus belajar..” aku terpaksa berbohong, aku malu kalau harus bicara yang sebenarnya.
“Ahhh.. Kaga usah ngeles looo.. Gue tahu kamu lagi jatuh cinta kann ? Cerita dong sama guee..” paksa Antok.
Seharian itu aku tidak mengobrol dengan Antok. Dan sampai di rumah, handphoneku bergetar. Sudah aku duga ada sms dari Antok.
“Broo.. gitu aja ngambek loo..”
Untuk beberapa saat, aku tidak menjawab sms itu. Jujur, aku belum pernah menceritakan hal ini kepada siapapun. Aku malu. Rillo yang dulu cuek sama urusan CINTA, sekarang malah FALL IN LOVE sama kakak kelas. Mau ditaruh mana mukaku kalau mereka tahu tentang hal ini?
1 jam kemudian aku baru membalas sms dari Antok.
“Lo juga sih!! Ngapain ngomong begituan.. -_-“
Antok membalasnya dengan cepat
“Sorry brooo… Tapi memang bener kam? :D”
Setengah hati aku membalas smsnya
“Menurut looo? Udah ahh.. Gue capek…”
Antok mengerti keadaanku dan berhenti sms. Kudengarkan radio dan pada saat itu pula diputarkan lagu “Lebih Indah” dari Adere. Lagu ini membuatku ngantuk, dan tidak lama kemudian aku tertidur.
Seperti biasa, pagi ini pun aku sangat bersemangat bersekolah. Kali ini ada yang berbeda di sekolah. Saat aku sampai di sekolah, aku dengar suara indah dari ruang musik. Tak disangka itu berasal dari biola yang dimainkan Kak Nita. Selain pintar dalam pelajaran, ia juga pintar memainkan alat musik. Kurang lebih 5 menit aku memperhatikannya. Sampai akhirnya ia sadar bahwa ada yang memperhatikannya.
“Siapa disana?” suara dengan suara lembutnya
Tanpa berpikir panjang, aku langsung lari, pergi dari tempat itu lalu masuk ke dalam kelas.
Hari itu , pelajaran terasa membosankan, terutama pelajaran matematika dan fisika. Dan sialnya, jam istirahat, Antok kembali mendesakku untuk bercerita.
“Ayo, Ril! Cerita sama gue..”
“Cerita apa?”
“Loe beneran kan lagi FALL IN LOVE?”
“Eeeeemmmm,… Oke gue cerita. Tapi janji jangan bilang siapa-siapa!!!..”
“OK.. Bro.. Tenang aja”
“Beneran lho,.. Gue emang baru seneng sama seseorang?”
“Ciye.. Ciye.. Ciye.. Sama Siapa Ril?”
“Kak Nita”
“HHHAAAA.. kak Nita??? Yang bener Ril?” suaranya mengagetkan semua orang si kantin
Tiba-tiba kak Rohmah mendatangiku setelah mendengar nama kak Nita
“Ada apa dengan Nita?” Tanya kak Rohmah
“Kaga ada apa-apa kok kak..” jawabku singkat
“Rillo, kak!!!… suka sama temen sekelas kakak itu tuh... *Upppsss keceplosan*” jawab Antok yang menyela pembicaraan kami
“ehh.. kok malah kamu kasih tau..”
“maaf Ril, keceplosan,.. hheheh..”
“wuwuwuwuwu, kamu itu..”
Tiba-tiba kak Rohmah memotong pembicaraan kami
“Siapa sih kasih tau dong,.. hhehhe…” kata kak Rohmah dengan rasa ingin tahu yang tinggi
“Kak Nita,.. kan dia baru FALL IN LOVE..”
“Ohhh,.. hayo ketahuan kamu sekarang,..  hehehe..”
Aku hanya terdiam malu dan mendengarkan pembicaraan mereka… Tak terasa bel tanda masuk berbunyi. Lalu aku dan Antok beranjak menuju kelas.
Saat pulang sekolah, aku tidak langsung pulang. Kak Rohmah mengajakku untuk mengobrol di dekat kelas IX-E. Melanjutkan pembicaraan saat istirahat tadi yang sempa terpotong karena bel tanda masuk tadi, sambil memastikan apakah benar kalau aku suka sama Kak Nita.
            “Ril.. apa bener kamu suka sama Nita?”
            “Eeemmm, gimana ya kak aku malu..”
            “Kenapa harus malu? Bener enggak kamu suka sama Nita”
            “Bener kak, tapi jangan kasih tau kak Nita ya.. plissss!!”
“Ok santai aja kalik, oh iya kamu mau enggak aku bantuin, Ril?”
“Eh, bantuin apa ya Kak..???”
“Deketin Nita lah, apa lagi kalau bukan itu”
“Eh.. enggak usah kak… kagak usah.. aku terlalu malu Kak?”
“Alah Gausah malu, Ril!! Jujur, kamu mau kan?” tatapan Kak Rohmah tajam menatapku
“Maulah.. Siapa coba yang kagak mau?”
“Ya maka dari itu..”
“Tapi kagak usah deh.. Aku mau ngungkapin rasa cinta ini dengan usahaku sendiri”
“Ohhh.. Beneran ini kagak mau aku bantuin?”
“Iya terima kasih tawarannya ya..”
Sejak percakapanku dengan kak Rohmah, aku berjanji akan mengutarakan semua perasaanku kepada kak Nita. Aku berpikir mungkin besok adalah hari yang cocok untuk mengutarakan CINTA pada kak Nita. Tanpa berpikir panjang aku  segera pergi menuju toko coklat yang akan aku berikan kepada kak Nita besok pagi. Pagi datang dengan suasana yang nyaman dan aku sangat bersemangat untuk berangkat sekolah. Aku tidak sabar untuk mengungkapkan semua persaanku pada kak Nita. Aku berangkat dengan rasa yang gembira dan aku jalani semua pelajaran dengan penuh semangat, namun hatiku gelisah menunggu bel pulang sekolah. Akhirnya yang aku tunggu-tunggu terdengar juga *kkrrriinngggg* suara bel pulang sekolah. Aku bergegas menuju kelas IX-E dengan hati yang mantab. Aku lihat disana ada Kak Nita dan Kak Rohmah yang sedang mengerjakan tugas berdua dalam kelas. Tanpa ragu aku masuk dalam kelas.
“Eeehh.. bentara ya aku ke toilet dulu..” kata kak Rohmah saat melihatku masuk dalam kelas dan meninggalkanku berdua bersama Kak Nita.
Dengan hati yang mantab dan sedikit gerogi, aku ungkapkan semua isi hatiku. Lalu ku berikan sekotak coklat yang telah aku siapkan sejak tadi malam kepada kak Nita.
“Aku suka padamu, Kak! Aku benar-benar suka padamu sejak pandangan pertama kali melihatmu, ketika duduk bersama saat ujian dulu.. aku tidak peduli kakak anggap ini lelucon atau apapun, yang terpenting aku benar-benar CINTA sama kakak. Aku berharap kakak bias jadi pacarku, namun aku tidak memaksa kakak untuk menjadi pacarku. Yang penting aku telah mengatakan semua perasaanku kepada kakak!” ujarku pada kak Nita sambil menyerahkan coklat yang telah aku bawa.
Kak Nita terdiam, tak mampu berkata apa-apa. Lalu kemudian ia menunjukkan senyumnya yang manis dan seketika itu juga kak Nita memelukku lalu berkata “Iya dek, aku mau jadi pacar kamu, aku juga CINTA sama kamu dek..”

Hatiku merasa senang dan gembira setelah mendengar jawaban dari Kak Nita. Tiba-tiba Kak Rohmah datang dan mengagetkan kita berdua dan mengucapkan selamat kepada kami. Semenjak itu aku dan Kak Nita resmi berpacaran, selalu berkomunikasi lewat handphone untuk menjalin kebersamaan dan selalu berdua dimanapun dan kapanpun, terasa dunia jadi milik berdua.

6 komentar:

Unknown mengatakan...

cieee rillo :3 mampir ke rizkyandestiana.blogspot.com dong hehe :p ga ada apa apanya tapi :))

Unknown mengatakan...

hhaha, mudahlah nanti tak mampir

Hwa Yeong ;; mengatakan...

mampir yaa ke galuhwidyakn.blogspot.com

Unknown mengatakan...

ok, ntar aku mampir, sekalian follow blog.ku yah

Hwa Yeong ;; mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Anonim mengatakan...

karyanya unyu

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review