Pagi itu
adalah pagi yang sangat-sangat cerah. Suara kicauan burung bersiulan bersama
semilir angin yang tertiup menggugurkan daun-daun yang mulai tua hingga jatuh
berserakan. Menciptakan suasana yang nyaman dan damai. Tepat pukul 05.30, jam
wekerku berbunyi. Aku bangkit dari tempat tidur dan bergegas mandi, berganti
pakaian, terus makan dan pergi ke sekolah. Seperti biasa, aku sangat
bersemangat pergi ke sekolah. Bukan tertarik pelajarannya, melainkan ada
seorang gadis yang bisa membuatku bersemangat datang ke sekolah.
Sesampainya di sekolah, aku masuk ke kelas VIII-C, dan
menyapa temanku , Antok.
“Pagi, Tok!” sambil
meletakkan tas di meja lalu bergegas keluar
“Yooooo… Pagi juga, Ril!”
Ril. Ya, itulah nama panggilanku. Aku Rillo Pambudi
seorang pribadi yang berwajah biasa tak ganteng dan tak jelek, tidak terlalu
pintar, agak malas, kadang-kadang ceroboh, dan paling masa bodoh dengan urusan
CINTA. Tapi kali ini, entah kenapa aku bisa suka padanya.
Seperti biasa, aku selalu menyempatkan diri pergi ke
kelas IX-E. disana kulihat Kak Nita, duduk dikursinya paling pojok sambil
membaca komik kesukaannya. Nita??? Ya , Nita adalah nama panggilannya. Nama lengkapnya
tuh Anita Dwi Prastiwi. Kakak kelas yang aku cintaii aku kagumi, dan aku
dambakan. Dia berbadan mungil *sebenernya sih tingginya sebelas dua belas sama
aku*, dia tidak begitu cantik…*ya sebenarnya sih lumayanlah.. hehehe*, namun wajahnya
imut dan menggemaskan *pengen nyubit pipinya*, selain itu juga dia juga pinter.
“Hoy, Ril!! Ngeliatin apa
kamu?” tegur Kak Rohmah yang tiba-tiba datang di belakangku.
“Ga liat apa-apa kok, kak!”
jawabku singkat.
“Ahhh... jangan bohong deh
kamu!”
“Eeeeeee… beneran kak. Udah
ya, aku balik ke kelas dulu. Daaahhhh…” kataku dan bergegas pergi karena
ketakutan.
*krrrrrriiiiiiinnnggg* Bel
sekolah berbunyi, aku lalu masuk ke kelas.
Jam istirahat, aku bersama Antok bergegas ke kantin.
Tak lama kemudian, kak Nita datang bersama teman-temannya. Mereka semua
mengobrol dan tertawa bersama. Aku senang melihat Kak Nita tersenyum dan
tertawa. Senyumnya manis dan tertawanya pun lepas, kelihatan seperti tak ada
beban dalam hidupnya.
“Hoi, Ril! Ngelamunin apa ??? Kok sambil senyum-senyum
sendiri kayak orang gila” lamunanku dibuyarkan oleh Antok. Tak disangka, memang
sejak tadi aku melamun sambil senyum-senyum sendiri.
“Took! Ngagetin aja loe” jawabku ketus
“Sooorrri broo.. Abisnya sih.. Loe ngelamun sambil
tersenyum enggak jelas gitu. Lagi jatuh cinta ni ye?” katanya dengan nada
meledek
“Kaagggaa.. kan gue udah bilang kalau urusan cinta itu
urusan nanti aja.. sekarang gue mau focus belajar..” aku terpaksa berbohong,
aku malu kalau harus bicara yang sebenarnya.
“Ahhh.. Kaga usah ngeles looo.. Gue tahu kamu lagi
jatuh cinta kann ? Cerita dong sama guee..” paksa Antok.
Seharian itu aku tidak mengobrol dengan Antok. Dan
sampai di rumah, handphoneku bergetar. Sudah aku duga ada sms dari Antok.
“Broo.. gitu aja ngambek loo..”
Untuk beberapa saat, aku tidak menjawab sms itu.
Jujur, aku belum pernah menceritakan hal ini kepada siapapun. Aku malu. Rillo
yang dulu cuek sama urusan CINTA, sekarang malah FALL IN LOVE sama kakak kelas.
Mau ditaruh mana mukaku kalau mereka tahu tentang hal ini?
1 jam kemudian aku baru membalas sms dari Antok.
“Lo juga sih!! Ngapain
ngomong begituan.. -_-“
Antok membalasnya dengan cepat
“Sorry brooo… Tapi memang
bener kam? :D”
Setengah hati aku membalas smsnya
“Menurut looo? Udah ahh..
Gue capek…”
Antok mengerti keadaanku dan berhenti sms. Kudengarkan
radio dan pada saat itu pula diputarkan lagu “Lebih Indah” dari Adere. Lagu ini
membuatku ngantuk, dan tidak lama kemudian aku tertidur.
Seperti biasa, pagi ini pun aku sangat bersemangat
bersekolah. Kali ini ada yang berbeda di sekolah. Saat aku sampai di sekolah, aku
dengar suara indah dari ruang musik. Tak disangka itu berasal dari biola yang
dimainkan Kak Nita. Selain pintar dalam pelajaran, ia juga pintar memainkan
alat musik. Kurang lebih 5 menit aku memperhatikannya. Sampai akhirnya ia sadar
bahwa ada yang memperhatikannya.
“Siapa disana?” suara dengan
suara lembutnya
Tanpa berpikir panjang, aku langsung lari, pergi dari
tempat itu lalu masuk ke dalam kelas.
Hari itu , pelajaran terasa membosankan, terutama
pelajaran matematika dan fisika. Dan sialnya, jam istirahat, Antok kembali
mendesakku untuk bercerita.
“Ayo, Ril! Cerita sama
gue..”
“Cerita apa?”
“Loe beneran kan lagi FALL
IN LOVE?”
“Eeeeemmmm,… Oke gue cerita.
Tapi janji jangan bilang siapa-siapa!!!..”
“OK.. Bro.. Tenang aja”
“Beneran lho,.. Gue emang
baru seneng sama seseorang?”
“Ciye.. Ciye.. Ciye.. Sama
Siapa Ril?”
“Kak Nita”
“HHHAAAA.. kak Nita??? Yang
bener Ril?” suaranya mengagetkan semua orang si kantin
Tiba-tiba kak Rohmah mendatangiku setelah mendengar
nama kak Nita
“Ada apa dengan Nita?” Tanya
kak Rohmah
“Kaga ada apa-apa kok kak..”
jawabku singkat
“Rillo, kak!!!… suka sama
temen sekelas kakak itu tuh... *Upppsss keceplosan*” jawab Antok yang menyela
pembicaraan kami
“ehh.. kok malah kamu kasih
tau..”
“maaf Ril, keceplosan,..
hheheh..”
“wuwuwuwuwu, kamu itu..”
Tiba-tiba kak Rohmah memotong pembicaraan kami
“Siapa sih kasih tau dong,.. hhehhe…” kata kak Rohmah
dengan rasa ingin tahu yang tinggi
“Kak Nita,.. kan dia baru FALL IN LOVE..”
“Ohhh,.. hayo ketahuan kamu sekarang,.. hehehe..”
Aku hanya terdiam malu dan mendengarkan pembicaraan
mereka… Tak terasa bel tanda masuk berbunyi. Lalu aku dan Antok beranjak menuju
kelas.
Saat pulang sekolah, aku tidak langsung pulang. Kak
Rohmah mengajakku untuk mengobrol di dekat kelas IX-E. Melanjutkan pembicaraan
saat istirahat tadi yang sempa terpotong karena bel tanda masuk tadi, sambil
memastikan apakah benar kalau aku suka sama Kak Nita.
“Ril..
apa bener kamu suka sama Nita?”
“Eeemmm,
gimana ya kak aku malu..”
“Kenapa
harus malu? Bener enggak kamu suka sama Nita”
“Bener
kak, tapi jangan kasih tau kak Nita ya.. plissss!!”
“Ok santai aja kalik, oh iya
kamu mau enggak aku bantuin, Ril?”
“Eh, bantuin apa ya Kak..???”
“Deketin Nita lah, apa lagi
kalau bukan itu”
“Eh.. enggak usah kak… kagak
usah.. aku terlalu malu Kak?”
“Alah Gausah malu, Ril!!
Jujur, kamu mau kan?” tatapan Kak Rohmah tajam menatapku
“Maulah.. Siapa coba yang
kagak mau?”
“Ya maka dari itu..”
“Tapi kagak usah deh.. Aku
mau ngungkapin rasa cinta ini dengan usahaku sendiri”
“Ohhh.. Beneran ini kagak
mau aku bantuin?”
“Iya terima kasih tawarannya
ya..”
Sejak percakapanku dengan kak Rohmah, aku berjanji
akan mengutarakan semua perasaanku kepada kak Nita. Aku berpikir mungkin besok
adalah hari yang cocok untuk mengutarakan CINTA pada kak Nita. Tanpa berpikir
panjang aku segera pergi menuju toko
coklat yang akan aku berikan kepada kak Nita besok pagi. Pagi datang dengan
suasana yang nyaman dan aku sangat bersemangat untuk berangkat sekolah. Aku
tidak sabar untuk mengungkapkan semua persaanku pada kak Nita. Aku berangkat
dengan rasa yang gembira dan aku jalani semua pelajaran dengan penuh semangat,
namun hatiku gelisah menunggu bel pulang sekolah. Akhirnya yang aku
tunggu-tunggu terdengar juga *kkrrriinngggg* suara bel pulang sekolah. Aku bergegas
menuju kelas IX-E dengan hati yang mantab. Aku lihat disana ada Kak Nita dan
Kak Rohmah yang sedang mengerjakan tugas berdua dalam kelas. Tanpa ragu aku
masuk dalam kelas.
“Eeehh.. bentara ya aku ke toilet dulu..” kata kak
Rohmah saat melihatku masuk dalam kelas dan meninggalkanku berdua bersama Kak
Nita.
Dengan hati yang mantab dan sedikit gerogi, aku
ungkapkan semua isi hatiku. Lalu ku berikan sekotak coklat yang telah aku
siapkan sejak tadi malam kepada kak Nita.
“Aku suka padamu, Kak! Aku benar-benar suka padamu
sejak pandangan pertama kali melihatmu, ketika duduk bersama saat ujian dulu..
aku tidak peduli kakak anggap ini lelucon atau apapun, yang terpenting aku
benar-benar CINTA sama kakak. Aku berharap kakak bias jadi pacarku, namun aku
tidak memaksa kakak untuk menjadi pacarku. Yang penting aku telah mengatakan
semua perasaanku kepada kakak!” ujarku pada kak Nita sambil menyerahkan coklat
yang telah aku bawa.
Kak Nita terdiam, tak mampu berkata apa-apa. Lalu
kemudian ia menunjukkan senyumnya yang manis dan seketika itu juga kak Nita
memelukku lalu berkata “Iya dek, aku mau jadi pacar kamu, aku juga CINTA sama
kamu dek..”
Hatiku merasa senang dan gembira setelah mendengar
jawaban dari Kak Nita. Tiba-tiba Kak Rohmah datang dan mengagetkan kita berdua
dan mengucapkan selamat kepada kami. Semenjak itu aku dan Kak Nita resmi
berpacaran, selalu berkomunikasi lewat handphone untuk menjalin kebersamaan dan
selalu berdua dimanapun dan kapanpun, terasa dunia jadi milik berdua.


21.26
Unknown
6 komentar:
cieee rillo :3 mampir ke rizkyandestiana.blogspot.com dong hehe :p ga ada apa apanya tapi :))
hhaha, mudahlah nanti tak mampir
mampir yaa ke galuhwidyakn.blogspot.com
ok, ntar aku mampir, sekalian follow blog.ku yah
karyanya unyu
Posting Komentar